Tugas Etika Profesi 03

Disusun
oleh :
PUJO SAKTI HADYWINATA ( 15-630-052)
Program
Studi Teknik Sipil
Fakultas
Teknik
Universitas
Dayanu Ikhsanuddin
2018
HUBUNGAN ETIKA DAN AGAMA
Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang
sudah ribuan abad lamanya menghuni bumi. Dalam prosesnya, pembinaan kepribadian
manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan didukung oleh faktor pembawaan manusia
sejak lahir. Terkait dengan itu, manusia sebagai makhluk sosial, tidaklah
terlepas dari nilai-nilai kehidupan sosial. Oleh karena nilai akan selalu
muncul apabila manusia mengadakan hubungan sosial atau bermasyarakat dengan
manusia lain. Dalam pandangan sosial, etika dan agama merupakan hal yang sangat
penting dalam kehidupan manusia.
Etika berasal dari bahasa Yunani ethikos, ethos (adat, kebiasaan,
praktek). Artinya sebuah pranata perilaku seseorang atau sekelompok orang yang
tersusun dari sebuah sistem nilai atau norma yang diambil dari gejala-gejala
alamiah masyarakat atau kelompok tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika dirumuskan dalam tiga arti,
yaitu: pertama, Ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak). Kedua, kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak. Ketiga, Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau
masyarakat
K. Bertens mengatakan etika dapat dipakai dalam
arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang
atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, arti ini disebut juga
sistem nilai dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat.
Misalnya, etika orang Jawa. Etika dipakai dalam arti kumpulan asas atau nilai
moral yang biasa disebut kode etik. Kemudian etika dipakai dalam arti ilmu
tentang yang baik dan buruk. Arti etika di sini sama dengan filsafat moral.
Amsal Bakhtiar mengemukakan bahwa etika dipakai
dalam dua bentuk arti: pertama, etika merupakan suatu kumpulan mengenai
pengetahuan, mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia. Kedua, suatu
predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau
manusia-manusia yang lain. Secara spesifik, Ahmad Amin mengatakan etika adalah
suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang
seharusnya dilakukan oleh sebagian orang kepada lainnya, mengatakan tujuan yang
harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk
melakukan apa yang harus diperbuat.
Berdasarkan pemahaman di atas, etika merupakan ilmu
yang menyelidiki mana yang baik dan buruk dengan melihat pada amal perbuatan manusia,
sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran dan hati nurani manusia.
Agama merupakan suatu realitas yang eksis di
kalangan masyarakat, sejak dulu ketika manusia masih berada dalam fase
primitif, agama sudah dikenal oleh mereka. Meskipun hanya dalam taraf yang
sangat sederhana sesuai dengan tingkat kesederhanaan masyarakat waktu itu. Dari
masyarakat yang paling sederhana sampai kepada tingkat masyarakat yang modern,
agama tetap dikenal dan dianut dengan variasi yang berbeda. Dengan demikian
agama tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, kapan dan dimanapun.dengan
akhlak. Ketiga, Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau
masyarakat.
K. Bertens mengatakan etika dapat dipakai dalam
arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang
atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, arti ini disebut juga
sistem nilai dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat.
Misalnya, etika orang Jawa. Etika dipakai dalam arti kumpulan asas atau nilai moral
yang biasa disebut kode etik. Kemudian etika dipakai dalam arti ilmu tentang
yang baik dan buruk. Arti etika di sini sama dengan filsafat moral.
Amsal Bakhtiar mengemukakan bahwa etika dipakai
dalam dua bentuk arti: pertama, etika merupakan suatu kumpulan mengenai
pengetahuan, mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia. Kedua, suatu
predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau
manusia-manusia yang lain. Secara spesifik, Ahmad Amin mengatakan etika adalah
suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang
seharusnya dilakukan oleh sebagian orang kepada lainnya, mengatakan tujuan yang
harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk
melakukan apa yang harus diperbuat.
Berdasarkan pemahaman di atas, etika merupakan ilmu
yang menyelidiki mana yang baik dan buruk dengan melihat pada amal perbuatan
manusia, sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran dan hati nurani manusia.
Agama merupakan suatu realitas yang eksis di
kalangan masyarakat, sejak dulu ketika manusia masih berada dalam fase
primitif, agama sudah dikenal oleh mereka. Meskipun hanya dalam taraf yang
sangat sederhana sesuai dengan tingkat kesederhanaan masyarakat waktu itu. Dari
masyarakat yang paling sederhana sampai kepada tingkat masyarakat yang modern,
agama tetap dikenal dan dianut dengan variasi yang berbeda. Dengan demikian
agama tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, kapan dan dimanapun.
Komentar
Posting Komentar